Menu

Mode Gelap
13 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Petugas Kebersihan Di Doyo  Kontra Persebaya, PSBS Biak Bertekad Balas Kekalahan Polres Jayapura Gelar Binroh Perkuat Mental Dan Spiritual Personel Soal PMG, Pemkab Jayapura Masih Menunggu Petunjuk Badan Gizi Tokoh Pemuda Moy Minta Kapolsek Sentani Barat Tak Diganti, Ini Alasannya 

Pemprov Papua Pegunungan · 21 Des 2025 19:15 WIB ·

Pemprov Papua Pegunungan Perkuat Kapasitas 22 Pengurus Yayasan dan Panti Asuhan


 Pemprov Papua Pegunungan Perkuat Kapasitas 22 Pengurus Yayasan dan Panti Asuhan Perbesar

CORAKPAPUA.COM, Jayawijaya – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Papua Pegunungan memperkuat penanganan anak terlantar di daerah setempat untuk menuju Indonesia emas tahun 2045.

Dinsos P3A Papua Pegunungan menggelar koordinasi, sinkronisasi dan pembinaan pelaksanaan rehabilitasi sosial dasar anak terlantar yang diikuti oleh 22 Yayasan Panti Asuhan, Panti Asuhan dan rumah singgah se-Papua Pegunungan.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Pemberdayaan Jaminan Sosial Dinsos P3A Papua Pegunungan Ronald Yikwa di Wamena, Kamis mengatakan penanganan anak-anak terlantar dimulai dari penguatan kapasitas wawasan pengelolaan Yayasan Panti Asuhan dan rumah singgah di delapan kabupaten daerah setempat.

Dirinya menjelaskan,  kegiatan ini melibatkan 22 pengurus Yayasan Panti Asuhan, Panti Asuhan dan rumah singga dari delapan kabupaten supaya mereka dapat mengetahui dan memahi cara penanganan anak-anak yang mereka tampung sehingga mereka memiliki masa depan yang baik,” katanya.

Menurut dia, anak atau gerenasi muda merupakan generasi bangsa yang perlu mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosial.

Dlanjutkan, bahwa  yang terjadi saat ini adalah masih terdapat anak-anak yang hidup dalam kondisi terlantar dann tidak mendapatkan pelayanan sosial yang memadai.

Dia menjelaskan pemerintah daerah melalui Dinsos P3A memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi anak terlantar baik di dalam maupun di luar panti.
“Untuk menuju ke sana, kegiatan koordinasi, sinkronisasi damm pembinaan antar pemangku kepentingan sangat penting guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program rehabilitasi sosial dasar, memperkuat jejaring kerja serta memastikan pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Dia menambahkan kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan dan program antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga pengelola panti sosial. Meningkatkan kapasitas dan pemahaman petugas serta pengelola panti dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial dasar bagi anak terlantar.

“Inti kami ingin memperkuat koordinasi, sinergi dan komitmen antarinstansi dalam penyelenggaraan pelayanan sosial anak terlantar dan merumuskan rekomendasi strategi dan tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial di panti,” ujarnya.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TP-PKK Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Tolikara 

6 Februari 2026 - 22:39 WIB

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dan Wagub Ones Pahabol Hadiri Rakornas 2026 di Sentul – Bogor

6 Februari 2026 - 22:27 WIB

Gubernur Tabo Instruksikan Pejabat Papeg Segera Laporkan LHKPN

27 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Papua Pegunungan Bakal Bayar Gaji ASN Secara Manual

27 Januari 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Papua Induk Serahkan Aset Senilai 329 Miliar Kepada Pemprov Papua Pegunungan 

29 Desember 2025 - 17:36 WIB

Pesan Penting Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol Saat Apel Perdana

21 Desember 2025 - 20:30 WIB

Trending di Pemprov Papua Pegunungan