ENTROP – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Henock Puraro (JZ27HP), menggelar silaturahmi dan pertemuan bersama pengurus serta anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00 WIT hingga selesai, bertempat di Hotel Horison Ultima Entrop.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan silaturahmi yang telah terjalin sejak lama, sekaligus menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan peran RAPI sebagai organisasi komunikasi yang berorientasi pada pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Dalam pertemuan tersebut, Henock Puraro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum RAPI Pusat, Ketua RAPI Daerah, seluruh jajaran pengurus, serta anggota RAPI yang telah menyambut dirinya kembali sebagai bagian dari keluarga besar organisasi tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pembaruan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan pengaktifan kembali callsign yang pernah digunakannya saat menjadi anggota RAPI pada periode 2008–2013.
Menurut Henock, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan kesempatan untuk membangun kembali semangat kebersamaan dan menyepakati langkah-langkah yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pertemuan hari ini ibarat mengisi kembali energi atau recharging terhadap semangat dan sistem yang sudah ada. Kita ingin menyamakan persepsi, kemudian kembali bergerak bersama untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa RAPI merupakan organisasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk informasi mengenai berbagai persoalan sosial dan kondisi yang membutuhkan perhatian bersama. Keberadaan RAPI dinilai strategis karena didukung oleh jaringan komunikasi serta pengalaman panjang dalam membantu penyebarluasan informasi di tengah masyarakat.
Henock juga memberikan penghargaan kepada para anggota RAPI yang selama ini menjalankan tugas secara sukarela, tanpa mengharapkan imbalan, serta mengedepankan kepentingan kemanusiaan.
Menurutnya, semangat pengabdian tersebut harus terus dipertahankan dan diperkuat agar RAPI semakin hadir sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat, khususnya kelompok yang terpinggirkan dan belum memperoleh perhatian yang memadai.
Ia mendorong penguatan gerakan RAPI Peduli, sebagai bentuk kepedulian sosial yang dapat dilaksanakan secara responsif sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai tempat.
“RAPI Peduli tidak harus selalu menunggu perencanaan yang panjang. Ketika ada masyarakat yang terpinggirkan, yang membutuhkan perhatian, RAPI harus bisa hadir. Di mana saja dan kapan saja, selama ada kebutuhan masyarakat yang dapat dibantu,” ujarnya.
Henock menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi RAPI. Oleh karena itu, seluruh pengurus dan anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi, merawat kebersamaan, serta memperkuat eksistensi RAPI melalui kegiatan yang memberikan dampak positif.
Ia menegaskan bahwa kemajuan organisasi sangat bergantung pada komitmen seluruh anggotanya. RAPI perlu dijaga, dirawat, dan dibesarkan oleh keluarga besar RAPI sendiri melalui semangat persatuan, solidaritas, serta pengabdian yang konsisten.
Selain membahas penguatan organisasi, pertemuan tersebut juga mengenang kebersamaan lintas agama yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Henock menuturkan bahwa pada momentum hari-hari besar keagamaan, seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru, keluarga besar RAPI terbiasa merayakannya bersama secara bergantian.
Tradisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa RAPI tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan, toleransi, dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam kesempatan itu, turut dibahas persiapan menuju Musyawarah Daerah (Musda) RAPI yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi, menyatukan pandangan, dan mendorong konsolidasi organisasi agar pelaksanaan Musda dapat berjalan dengan baik.
Terkait dukungan pemerintah terhadap organisasi kemasyarakatan, Henock berpandangan bahwa kehadiran pemerintah merupakan bagian dari kehadiran negara dalam mendukung aktivitas organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia memahami bahwa pemerintah memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan setiap organisasi, tetapi dukungan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kerja sama selain bantuan finansial.
Melalui pertemuan tersebut, Henock Puraro berharap silaturahmi dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara, sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat pengabdian RAPI dalam bidang komunikasi, pelayanan sosial, dan kemanusiaan.
Pertemuan ditutup dengan semangat bersama untuk menjaga solidaritas, memperkuat peran organisasi, serta mempersiapkan langkah-langkah strategis menuju Musyawarah Daerah RAPI Tahun 2027, demi mewujudkan organisasi yang semakin solid, bermanfaat, dan dipercaya masyarakat.












Tinggalkan Balasan