Keterangan Foto : John Tabo, S.E., M.B.A., saat menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Jemaat Betel Klasis Baliem Tengah, yang berlangsung di Wamena
CORAKPAPUA.COM, Wamena – Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Jemaat Betel Klasis Baliem Tengah, yang berlangsung di Wamena.
Kehadiran Gubernur menjadi wujud dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terhadap peran strategis gereja sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berkualitas.
Perayaan HUT ke-63 Jemaat Betel mengusung tema “Kita Satukan Iman untuk Meneruskan Misi Allah ke Depan.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jemaat untuk terus menjaga persatuan dalam iman, melanjutkan misi pekabaran Injil, serta memperkuat pelayanan gereja di tengah dinamika pembangunan Papua Pegunungan.

Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang tinggi kepada para pendeta, guru Injil, misionaris, serta para perintis Gereja Kingmi yang telah mengabdikan hidupnya untuk memberitakan Injil sekaligus membangun dunia pendidikan di Tanah Papua.
Menurut Gubernur, gereja memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perjalanan sejarah masyarakat Papua Pegunungan. Melalui pelayanan rohani dan pendidikan, gereja telah melahirkan banyak generasi yang mampu menjadi pemimpin, aparatur pemerintah, tenaga pendidik, maupun tokoh masyarakat yang terus mengabdi bagi kemajuan daerah.
“Saya berdiri di sini sebagai Gubernur bukan karena kekuatan saya sendiri, tetapi karena didikan para guru Injil, pendeta, dan orang-orang tua yang telah membimbing kami sejak kecil. Nilai kehidupan, disiplin, kejujuran, serta semangat melayani yang saya miliki hari ini merupakan buah dari pendidikan yang diberikan gereja kepada kami,” ungkap Gubernur.
Ia menegaskan bahwa sejarah pembangunan masyarakat di wilayah pegunungan tidak dapat dipisahkan dari sejarah pelayanan gereja. Sejak awal masuknya Injil ke Lembah Baliem, gereja tidak hanya menghadirkan pelayanan kerohanian, tetapi juga membuka akses pendidikan, membangun sekolah-sekolah, dan membentuk karakter generasi Papua.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Jemaat Betel Kingmi merupakan salah satu gereja yang memiliki nilai historis dalam perkembangan pelayanan Injil di wilayah Papua Pegunungan. Oleh karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sarana ibadah maupun pendidikan yang menjadi bagian dari warisan para perintis Injil.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan memberikan bantuan sebesar Rp5 miliar untuk mendukung penyelesaian pembangunan dan renovasi Gedung Gereja Kingmi Jemaat Betel Wamena. Bantuan tersebut akan dimasukkan dalam program pembangunan pemerintah pada tahun anggaran berikutnya sesuai mekanisme penganggaran daerah.
Selain bantuan pembangunan gereja, Gubernur John Tabo bersama keluarga juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta kepada panitia pembangunan sebagai bentuk ungkapan syukur atas perayaan HUT ke-63 Jemaat Betel.
“Kita ingin gereja ini menjadi rumah ibadah yang representatif bagi umat. Pemerintah akan hadir membantu sesuai kemampuan daerah. Saya berharap pembangunan gereja dapat diselesaikan dengan baik sehingga semakin menunjang pelayanan kepada jemaat,” ujar Gubernur.
Tidak hanya memberikan perhatian terhadap pembangunan gereja, Gubernur juga menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan pendidikan yang dikelola gereja. Ia menginstruksikan Kepala Dinas terkait untuk segera melakukan pengukuran lahan sebagai langkah awal pengembangan kembali Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Persekutuan Gereja-Gereja Injili (YPPGI) yang berada di lingkungan Jemaat Betel.
Menurutnya, sekolah-sekolah YPPGI memiliki sejarah panjang dalam mencerdaskan masyarakat Papua Pegunungan. Banyak tokoh Papua lahir dari lembaga pendidikan yang dibangun oleh gereja, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pemerintah akan terus bersinergi dengan gereja untuk memastikan generasi muda Papua Pegunungan memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Gereja dan pemerintah harus berjalan bersama membangun manusia Papua yang cerdas, beriman, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Renovasi Gedung Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Betel Wamena, Yance Tenoye, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Gubernur Papua Pegunungan beserta jajaran pemerintah dalam perayaan HUT ke-63 Jemaat Betel.
Ia mengatakan bahwa seluruh jemaat merupakan generasi penerus dari para perintis pekabaran Injil yang telah meletakkan dasar pelayanan di Lembah Baliem. Karena itu, seluruh warga gereja memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan, menjaga warisan iman, serta meneruskan pekerjaan Tuhan di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
“Kami percaya bahwa perjuangan para orang tua dan perintis gereja harus terus dilanjutkan oleh generasi sekarang. Gereja harus tetap menjadi terang bagi masyarakat dan menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan umat yang damai, sejahtera, dan bermartabat,” ujar Yance Tenoye.
Ia juga menyampaikan penghargaan atas komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah maupun pengembangan sektor pendidikan yang dikelola gereja.
Perayaan HUT ke-63 Jemaat Betel Kingmi berlangsung dalam suasana penuh sukacita, persaudaraan, dan ungkapan syukur. Rangkaian ibadah dihadiri oleh para hamba Tuhan, tokoh gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ribuan jemaat dari berbagai wilayah Klasis Baliem Tengah.
Momentum perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat pelayanan gereja, serta mempererat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan pembangunan Papua Pegunungan yang berlandaskan iman, pendidikan, persaudaraan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara pemerintah dan gereja, diharapkan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada pembangunan karakter, moral, dan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Papua Pegunungan yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan.(Eji/Diskominfosatik)
Sumber: Media Center Honai Informasi Papua pegunungan
















Tinggalkan Balasan