Keterangan Foto : Wakil Ketua III DPRP Pegunungan Bertus Asso.
CORAKPAPUA.COM, Wamena – Aksi unjuk rasa dan melaporkan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Pusat, Jumat (08/08/2036) dinilai kurang tepat dan sudah salah secara kelembagaan.
Wakil Ketua III DPRP Papua Pegunungan Bertus Asso, setiap warga negara di berikan raung untuk menyampaikan pendapat atau aspirasi, namun penyampaian itu harus sesuai data dan mekanisme yang berlaku.
Dikatakan Bertus, data pengunaan dana Otonomi khusus yang di laporkan saudara Ismail Asso ke KPK itu sangat tidak benar, karena dana Otonomi khusus itu di kelola oleh Kabupaten bukan Provinsi.
“Dana Otonomi khusus yang di Sebutkan itu sudah terbagi untuk 6 provinsi di Tanah Papua, selanjutnya dana tersebut di salurkan ke Kabupaten, provinsi hanya numpang lewat saja,” Tegas Bertus.
Menurut Kader PDIP ini, selaku lembaga legislatif yang bertugas melakukan pengawasan terhadap anggaran, terus mengontrol dan mengawasi aliran dana tersebut sampai pada tujuannya.
“Kita lembaga yang mengesahkan anggaran, melakukan pengawasan terhadap anggaran, serta melakukan investigasi dan Hak Angket apabila ada temuan penyalahgunaan anggaran,” tegas Bertus Asso.
Harusnya jika ada yang dirasakan tidak sesuai dalam penyalahgunaan anggaran, saudara Ismail bisa menyampaikan secara kelembagaan ke DPRP sesuai aturan UU berlaku bukan menyampaikan itu di jalan-jalan mengatasnamakan lembaga.
Saudara Ismail Asso yang melakukan aksinya di KPK Jakarta dengan membawa nama lembaga dan melaporkan Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo ke KPK sangat tidak elok.
karena itu, Bertus menilai harusnya ia berpikir secara baik, bahwa hari ini negara telah memberikan kepercayaan kepada putra dan putri Pegunungan untuk mengelola Provinsi ini secara bersama-sama baik di Legislatif, Eksekutif dan Lembaga Kulture.
Sejarah akan mencatat itu bahwa kita adalah perintis Provinsi Papua Pegunungan ada di tangan kita, sehingga mari kita saling mendukung satu sama lain sehingga kelak anak cucu bisa nikmati apa yang kita kerjakan hari ini.
Dikatakan Bertus Asso, jika ada masalah mari datang duduk bersama, Gubernur Papua Pegunungan karena dia adalah saudara kita sendiri, kita saling koreksi dan saling memberikan masukan untuk kemajuan bersama.
Hari ini pemerintah pusat melakukan efisien anggaran di semua daerah termasuk Papua Pegunungan, kita semua merasakan kesulitan itu, apalagi Papua Pegunungan yang mengalami pemangkasan yg sangat besar 800Miliar lebih.
Harusnya saudara Ismail Asso ikut membantu Gubernur menyuarakan ke pusat aga tidak melalukan efisien anggaran di Papua Pegunungan, karena kondisi Geografi dan konflik sosial yang begitu tinggi.
Gubernur Papua Pegunungan sedang menjalani pemerintahan di tengah efisien anggaran yang sangat besar, justru malah di laporkan itu sangat tidak elok,tegas Bertus Asso.
Untuk itu Bertus mengajak semua pihak untuk bersama-sama bertanggungjawab atas apa yang negara percayakan, karena siapa lagi kalau bukan kita. ***
















Tinggalkan Balasan