Keterangan Foto: Gubernur John Tabo Bersama Istri Tercinta Saat Menyerahkan Bantuan Seratus Juta Dari Keluarga Kepada Panitia Penyelenggara Di HUT ke-63 Jemaat Betel Wamena.
CORAKPAPUA.COM, WAMENA – Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Jemaat Betel Wamena, Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Klasis Balim Tengah, yang digelar di Jemaat Betel Mulele, Sabtu (25/7/2026).
Perayaan tersebut mengangkat tema “Kita Satukan Iman untuk Meneruskan Misi Allah ke Depan” berdasarkan Yohanes 12:26, dengan subtema “Dengan Semangat Melaksanakan HUT Jemaat KINGMI Betel Wamena yang ke-63, Mari Kita Satukan Iman dengan Roh Kita yang Menyala-nyala untuk Melayani Tuhan.”
Ibadah syukur dihadiri oleh seluruh jemaat, para tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Hadir pula Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC) John Tabo, S.E., M.B.A., yang menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Jemaat Betel Wamena sebagai salah satu gereja sekaligus pusat pendidikan Kristen yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat di wilayah pegunungan Papua.
Dalam sambutannya, John Tabo mengaku memahami makna undangan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, gereja memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk sumber daya manusia Papua melalui pendidikan dan pelayanan.

«”Luar biasa. Saya dihadirkan di sini, saya mengerti apa maksud undangan ini. Saya tahu orang tua punya daya politiknya lebih tajam. Masa guru lebih tajam, baru muridnya bodoh? Tidak mungkin. Pasti muridnya lebih pintar karena gurunya lebih pintar,” ujar John Tabo yang disambut tepuk tangan jemaat.»
Gubernur kemudian menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh Jemaat Betel Wamena. Sebagai bentuk rasa syukur, ia bersama keluarga turut menyerahkan bantuan pribadi kepada panitia perayaan.
«”Selamat ulang tahun. Sebagai ucapan ulang tahun, saya bersama keluarga membawa sedikit berkat untuk jemaat,” katanya.»
Pada kesempatan tersebut, John Tabo menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam mendukung pembangunan gereja serta pengembangan pendidikan yang dikelola Yayasan Pendidikan Persekutuan Gereja-gereja Injili (YPPGI).

Ia menilai sejarah pembangunan masyarakat pegunungan Papua tidak dapat dipisahkan dari jasa gereja dan YPPGI yang telah menghadirkan pendidikan sejak masa awal pelayanan di wilayah tersebut.
«”Pendidikan kami orang gunung bisa maju karena YPPGI. Sekolah pertama yang hadir di pegunungan berasal dari Yayasan Pendidikan Persekutuan Gereja-gereja Injili. Itu harus kita ingat baik-baik,” ungkapnya.»
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur menginstruksikan Kepala Dinas terkait untuk segera melakukan pengukuran lahan pembangunan sekolah baru.
«”Setelah acara ini, saya minta Kepala Dinas bersama Pak Tenoye langsung ukur tanah itu. Kita bangun enam ruang kelas sekaligus. Tahun ini kita siapkan programnya, tahun depan kita bangun menggunakan anggaran pemerintah,” tegasnya.»
John Tabo juga mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan panitia, kebutuhan anggaran pembangunan Gereja Betel Wamena mencapai sekitar Rp3,581 miliar. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyatakan siap memberikan dukungan tambahan sebesar Rp5 miliar untuk mempercepat penyelesaian pembangunan gereja.
«”Sebagai bentuk dukungan kita, saya tambahkan lagi Rp5 miliar untuk menyelesaikan pembangunan gereja ini. Gereja Betel merupakan gereja mula-mula, tempat guru-guru kita membangun iman dan pendidikan masyarakat pegunungan,” ujarnya.»
Tak hanya itu, John Tabo bersama keluarganya juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta kepada panitia HUT ke-63 Jemaat Betel Wamena.
«”Ini keluarga kami membawa Rp100 juta sebagai berkat untuk ulang tahun jemaat,” ucapnya.»
Lebih lanjut, Gubernur memastikan bahwa pada tahun anggaran mendatang Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan memprioritaskan penyelesaian pembangunan rumah pastori, penyempurnaan bangunan gereja, serta pembangunan fasilitas pendidikan YPPGI.
«”Tahun depan setelah sidang anggaran, kita selesaikan rumah pastori dan gereja, termasuk atapnya. Untuk sekolah juga segera diukur. Bangun enam ruang kelas, ruang kantor, dan kalau lahannya masih memungkinkan, bangun rumah guru sekaligus,” tuturnya.»
Menurut John Tabo, keberadaan Gereja Betel Wamena dan sekolah YPPGI memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi tempat lahirnya pendidikan formal bagi masyarakat pegunungan Papua. Oleh sebab itu, pemerintah berkewajiban menjaga dan mengembangkan warisan tersebut sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan.
Menutup sambutannya, John Tabo mengajak seluruh jemaat untuk terus memelihara persatuan, memperkuat iman, serta mendoakan pembangunan Papua Pegunungan agar berjalan dengan baik dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
«”Mari terus berdoa supaya Tuhan memberkati kita semua. Semoga gereja ini terus menjadi berkat bagi masyarakat dan melahirkan generasi yang takut akan Tuhan,” pungkasnya.»
Perayaan HUT ke-63 Jemaat Betel Wamena berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan gereja selama lebih dari enam dekade, tetapi juga menjadi titik awal komitmen bersama antara pemerintah dan gereja dalam memperkuat pembangunan pendidikan, pelayanan, serta pembinaan generasi Papua Pegunungan yang beriman, cerdas, dan berkarakter.***
















Tinggalkan Balasan