SENTANI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus memacu daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar dan Workshop Literasi Digital bagi Pelaku UMKM Kabupaten Jayapura Tahun 2026 yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Selasa (3/11/2026).
Mengusung tema “UMKM Go Big: Digitalisasi, Branding, dan Strategi Menjemput Cuan”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP.
Membacakan sambutan tertulis Bupati Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung dan pilar strategis penggerak perekonomian daerah di Bumi Khenambai Umbai. Berpijak pada visi pembangunan daerah “Kasih Mempersatukan Perbedaan”, Pemkab Jayapura berfokus membangun kemandirian ekonomi yang inklusif dengan merangkul keberagaman pelaku usaha, khususnya pemberdayaan pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).
“Daerah kita dianugerahi potensi ekonomi yang sangat melimpah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kuliner, hingga kerajinan tangan dan ekonomi kreatif dari pelaku UMKM Orang Asli Papua. Namun, potensi besar ini tidak boleh berjalan di tempat. Kita harus mampu menjadikan produk unggulan daerah dikenal luas, dipasarkan secara modern, dan bersaing di pasar regional, nasional, hingga internasional,” ujar Abdul Rahman Basri di hadapan para peserta.
Menghadapi perubahan perilaku konsumen di era modern, ia mengingatkan bahwa pelaku usaha tidak bisa lagi sekadar mengandalkan penjualan tatap muka di pasar fisik. Untuk memenangkan persaingan di ruang digital, Bupati melalui Asisten II menekankan tiga strategi utama yang wajib dikuasai oleh pelaku UMKM, koperasi, dan startup di Kabupaten Jayapura:
Berani Go Digital dan Memiliki Identitas Resmi: Pelaku usaha didorong mengintegrasikan bisnisnya ke ekosistem digital melalui media sosial, lokapasar (marketplace), hingga memiliki situs web resmi. Melalui sesi workshop pembuatan web builder dalam kegiatan ini, UMKM Kabupaten Jayapura diarahkan untuk memanfaatkan domain resmi Indonesia (.id) guna meningkatkan profesionalitas dan kepercayaan konsumen.
Membangun Branding yang Kuat dan Berkarakter: Kualitas produk harus diimbangi dengan identitas merek yang kuat. Pengemasan (packaging), desain logo, foto produk, hingga kekuatan narasi (storytelling) yang mengangkat identitas lokal Kabupaten Jayapura harus digarap secara menarik agar memiliki nilai pembeda di mata konsumen.
Menguasai Strategi Konversi Pasar: Pemasaran digital tidak boleh hanya berhenti pada banyaknya jumlah tayangan (views), melainkan harus mampu dikonversi menjadi transaksi penjualan (cuan) dan pembelian berulang (repeat order). Hal ini menuntut pelaku usaha untuk memahami pembuatan konten yang relevan, penentuan harga yang kompetitif, serta pelayanan prima.
Lebih lanjut, Abdul Rahman Basri menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura yang telah menginisiasi kegiatan strategis ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) serta SMESCO Indonesia atas kolaborasi nyata dalam meningkatkan kapasitas literasi digital pelaku usaha di Kabupaten Jayapura.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun ekosistem ekonomi digital. Kami berharap sinergi bersama PANDI dan SMESCO Indonesia tidak berhenti pada seminar dan workshop hari ini saja, tetapi terus berlanjut pada pendampingan berkelanjutan, kurasi produk, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Sebagai wujud keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal, Pemkab Jayapura juga memastikan berjalannya tiga program kerja prioritas pengawalan UMKM, meliputi:
Kemudahan layanan dan fasilitasi legalitas usaha secara terpadu (penerbitan NIB, PIRT, Sertifikasi Halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual/HKI).
Penyelenggaraan program sertifikasi gratis dan pendampingan usaha.
Perluasan sinergi akses permodalan dan pembukaan akses pemasaran bagi prod uk lokal daerah.
Menutup sambutannya, Asisten II mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan sesi diskusi panel hingga praktik langsung pembuatan situs web bersama para narasumber ahli dengan maksimal.
“UMKM Go Big bukan berarti menunggu usaha kita menjadi perusahaan raksasa terlebih dahulu baru bergerak maju. Go Big berarti berani berpikir lebih besar, memanfaatkan teknologi lebih cerdas, membangun merek lebih kuat, dan mengubah peluang digital menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata,” pungkasnya sembari membuka kegiatan secara resmi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPRD Kabupaten Jayapura, jajaran Forkopimda, Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Disperindag, Dinas Kominfo, Ketua Kadin Kabupaten Jayapura, Direktur Perusda Kasih Mempersatukan Perbedaan, jajaran pimpinan PANDI dan SMESCO Indonesia, serta puluhan pelaku UMKM se-Kabupaten Jayapura.

















Tinggalkan Balasan