Menu

Mode Gelap
13 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Petugas Kebersihan Di Doyo  Kontra Persebaya, PSBS Biak Bertekad Balas Kekalahan Polres Jayapura Gelar Binroh Perkuat Mental Dan Spiritual Personel Soal PMG, Pemkab Jayapura Masih Menunggu Petunjuk Badan Gizi Tokoh Pemuda Moy Minta Kapolsek Sentani Barat Tak Diganti, Ini Alasannya 

Pemprov Papua Pegunungan · 15 Jul 2026 18:58 WIB ·

Pemprov Papua Pegunungan Resmi Lepas Siswa ADEM 2026, Pesan Tegas: Raih Gelar Sarjana dan Kembali Membangun Daerah


 Pemprov Papua Pegunungan Resmi Lepas Siswa ADEM 2026, Pesan Tegas: Raih Gelar Sarjana dan Kembali Membangun Daerah Perbesar

WAMENA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi menutup kegiatan pembekalan sekaligus melepas siswa-siswi Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Satrika Bhayangkara, Wamena, Sabtu (4/7/2026).

Program ADEM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada putra-putri Papua Pegunungan melalui kesempatan menempuh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Perwakilan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan beserta jajaran, para narasumber, pendamping, panitia pelaksana, serta para siswa-siswi calon penerima beasiswa afirmasi ADEM Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan bahwa para peserta ADEM diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, tetapi juga melanjutkan hingga perguruan tinggi agar kelak kembali membangun daerah asal.

Usai kegiatan, Pelaksana Tugas (Plt.) Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Dr. Isak Yando, SE., M.Si, menyampaikan bahwa para siswa akan diberangkatkan ke sejumlah provinsi untuk melanjutkan pendidikan.

“Hari ini, tanggal 4 Juli 2026, mewakili Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, kami melepaskan siswa untuk melanjutkan sekolah ke beberapa provinsi, seperti Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Isak Yando, keberangkatan para siswa merupakan harapan besar dari orang tua, pemerintah kabupaten, maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan agar mereka berhasil menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di tanah kelahirannya.

“Harapan kami, sebagaimana harapan orang tua, anak-anak ini harus sukses. Mereka adalah utusan dari kabupaten masing-masing dan juga membawa harapan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Mereka harus belajar dengan tekun, menimba ilmu di sana, kemudian setelah selesai kembali ke daerah untuk membangun Provinsi Papua Pegunungan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masa depan Papua Pegunungan berada di tangan generasi muda yang saat ini memperoleh kesempatan belajar melalui Program ADEM.

“Provinsi Papua Pegunungan ini, ujung tombaknya adalah anak-anak yang kami lepas ke beberapa provinsi untuk mengikuti pendidikan. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik karena seluruh pembiayaan pendidikan mereka telah ditanggung oleh Kementerian Pendidikan sehingga mereka dapat fokus belajar,” jelasnya.

Isak Yando juga mengingatkan agar para siswa tidak berhenti setelah lulus SMA, melainkan terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Harapan kami, setelah SMA selesai, lanjutkan ke perguruan tinggi sampai selesai, lalu kembali ke Papua untuk membangun daerah. Mereka tidak bisa main-main lagi. Kalau tidak serius belajar, tentu kesempatan ini akan terputus. Tetapi kalau mereka tekun belajar hingga perguruan tinggi dan lulus, mereka harus kembali membangun daerahnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan kesempatan yang sangat besar melalui pembiayaan pendidikan selama tiga tahun di tingkat SMA, sehingga para siswa diharapkan mampu memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Mereka dibiayai pemerintah melalui Kementerian Pendidikan. Setelah SMA selesai, harapan kami mereka melanjutkan kuliah. Kalau memiliki prestasi yang baik, tentu peluang untuk memperoleh pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi juga terbuka. Yang kami inginkan adalah mereka terus melanjutkan pendidikan sampai selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isak Yando menegaskan bahwa tujuan utama Program ADEM bukan sekadar memberikan kesempatan belajar di luar daerah, tetapi mencetak sumber daya manusia Papua Pegunungan yang memiliki pendidikan tinggi dan siap mengabdi di kampung halamannya.

“Mereka tidak boleh berhenti di jenjang SMA saja, tetapi harus melanjutkan kuliah hingga selesai, kemudian kembali ke Provinsi Papua Pegunungan dan kabupaten masing-masing untuk membangun daerah. Itulah harapan besar pemerintah,” pungkasnya.

Melalui Program ADEM Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap lahir generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki kapasitas akademik yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan di seluruh wilayah Papua Pegunungan pada masa mendatang.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Papua Pegunungan Bantah Tuduhan APBD Tak Transparan, Gaji DPRPP Dibayarkan Setiap Bulan 

28 Juli 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Papua Pegunungan Bantah Tuduhan, Tegaskan APBD Disusun Bersama DPRP

28 Juli 2026 - 15:35 WIB

HUT ke-63 Jemaat Betel Wamena, John Tabo Komitmen,Bantu 5.Miliar untuk Bangun Gereja dan Sekolah YPPGI

27 Juli 2026 - 20:25 WIB

Gubernur John Tabo Hadiri HUT ke-63 Jemaat Betel Kingmi Wamena, Komitmen Perkuat Sinergi Gereja, Pendidikan, dan Pembangunan Papua Pegunungan

27 Juli 2026 - 20:14 WIB

Disparekraf Papua Pegunungan Paparkan Strategi Pengembangan Pariwisata

17 Juli 2026 - 21:58 WIB

Gubernur Papua Pegunungan Dukung KPK: Dana Otsus Diprioritaskan untuk OAP dan Wajib Dipertanggungjawabkan Secara Terbuka ke Publik

17 Juli 2026 - 19:05 WIB

Trending di Pemprov Papua Pegunungan